Mitigasi Bencana Geologi

Mitigasi bencana adalah serangkaian upaya untuk mengurangi risiko bencana, baik melalui pembangunan fisik maupun penyadaran dan peningkatan kemampuan menghadapi ancaman bencana. Bencana Alam adalah peristiwa atau rangkaian peristiwa yang mengancam dan mengganggu kehidupan dan penghidupan masyarakat yang disebabkan, baik oleh faktor alam dan/atau faktor nonalam maupun faktor manusia sehingga mengakibatkan timbulnya korban jiwa manusia, kerusakan lingkungan, kerugian harta benda, dan dampak psikologis. Definisi tersebut menyebutkan bahwa bencana disebabkan oleh faktor alam, non alam, dan manusia. Oleh karena itu, Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tersebut juga mendefinisikan mengenai bencana alam, bencana nonalam, dan bencana sosial Adapun Akibat dan Dampak yang disebabkan oleh bencana alam antara lain :

akibatdampak 

Suatu daerah dapat melakukan mitigasi bencana dengan melakukan pengkajian daerah resiko bencana terlebih dahulu pada daerah tersebut. adapun yang dimaksud dengan Resiko Bencana adalah Potensi kerugian yang ditimbulkan akibat bencana pada suatu wilayah dan kurun waktu tertentu yang dapat berupa kematian, luka, sakit, jiwa terancam, hilangnya rasa aman, mengungsi, kerusakan atau kehilangan harta, dan gangguan kegiatan masyarakat. Untuk menghitung besaran Resiko bencana suatu wilayah, dapat dilakukan dengan rumus seperti berikut : R = H x V/C Dimana, —R : Risiko Bencana —H : Ancaman (Hazard), adalah suatu kejadian yang mempunyai potensi untuk menyebabkan terjadinya kecelakaan, cedera, hilangnya nyawa atau kehilangan harta benda —V : Kerentanan (Vulnerability), adalah rangkaian kondisi yang menentukan apakah bahaya (baik bahaya alam maupun bahaya buatan) yang terjadi akan dapat menimbulkan bencana (disaster) atau tidak C : Kapasitas (Capacity), adalah kapasitas yang tersedia untuk pemulihan kembali setelah terjadi bencana

Pengindraan Jauh dan Sistem Informasi Geografis

Penginderaan Jauh

The science, technology and art of obtaining information about an object, area or phenomenon through the analysis of data acquired by a sensor which is located at a distance from the object, area or phenomenon(Lillesand and Kiefer, 1994). Dengan kata lain, penginderaan jauh adalah akuisisi data suatuinformasi tentangobyekatau fenomena yang dapat diperolehdengan menggunakan alat jarak jauh. alat yang dimaksud bisa berupa pesawat, balon udara, pesawat luar angkasa, satelit, kapal dan alat lainnya.Hasil dari akuisisi ini dapat berupa citra digital atau foto udara. citra ini dapat difungsikan sebagai :

    • Pemetaan tata guna lahan dan perubahan lahan
    • Monitoring dan penilaian di bidang pertanian
    • Manajemen sumber daya laut dan pantai
    • Eksplorasi Mineral
    • Eksplorasi minyak dan gas
    • Oseanografi
    • Pemetaan topografi dan geologi
    • Pemetaan daerah rawan bencana alam

    Sistem Informasi Geografis

    Sistem komputer yang memiliki kemampuan untuk membangun, menyimpan, mengelola dan menampilkan informasi berefrensi geografis atau informasi data spasial.

    Artikel

    Categories

    PENELITIAN

    WEB TERKAIT

    Contact Us

    Department of Geological Engineering,
    Faculty of Engineering,
    Gadjah Mada University


    Alamat :
    Jl. Grafika no 2 , Kampus UGM, Yogyakarta Indonesia 55281
    Phone :
    (0274) 513665

    LATEST COMMENTS

      CATEGORIES

      Calendar

      July 2018
      M T W T F S S
      « May    
       1
      2345678
      9101112131415
      16171819202122
      23242526272829
      3031